All About Me

My photo
A fun, loving person with a good sense of humor. Casual and modern wear depand on mood, wear specs when i need it, 58kg, 168cm. fit well with my height & weight. i can be simple too. since i have came to a different stage of life, i had forced myself to change, to be a better person. This blog is all about me, frenz activity and my small business with my fren, i enjoy cooking and love food so much i believe everyone can cook if u cook by your heart... 我爱你们...I love u all... ku sayau ke kita smua... aku sayang kamu...
Showing posts with label Story Of Life (Kisah Kehidupan). Show all posts
Showing posts with label Story Of Life (Kisah Kehidupan). Show all posts

Wednesday, June 4, 2014

Kisah Anak Keterbelakangan Mental yang Ditinggal Ibunya

Sebuah Kisah yg boleh dijadikan teladan pada kita agar menghargai setiap pemberian Tuhan.  Kisah ni saya terbaca kat FamilyGuide ruangan cerita yg menyentuh hati saya. Baca dan Nilai lah sendiri.... Just for shared tak ada kaitan ngan hidup dan mati kerna sekadar cerita yg boleh dijadikan teladan serta pengajaran.  Selamat Membaca................


Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu.Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica.

Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup.

Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.

Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya.
Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya.

Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric.

Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping.

“Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.

Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Tuhan telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya.

Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric.

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah.
Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama.

Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua.

Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii.! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy., mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya
makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas
ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu.”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu.

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi.? 

Mommy marah sama Eric, ya? 
Mom, biarlah Eric yang pergi saja, 
tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. 
Bye, Mom.”

Saya menjerit histeris membaca surat itu.

“Bu, tolong katakan. katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana.

Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini. Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Dari kisah yang mengharukan tentang ibu dan anak diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Apapun yang Tuhan titipkan kepada kita, maka kita wajib menjaganya. Apalagi yang Tuhan titipkan adalah Anak.

Anak adalah anugrah yang tak terhingga dari sebuah perkawinan. Jadi bersyukurlah karena sudah dikarunia Anak dan kita sebagai orang tua wajib menjaganya hingga ia tumbuh besar.

Mudah-mudahan Kisah mengharukan seorang anak yang keterbelakangan mental dan di tinggal orang tuanya ini dapat menjadi teladan bagi kita semua.
(Sumber: Ibu dan Balita)

Friday, May 4, 2012

"MOM"

A baby asked God, "They tell me you are sending me to earth tomorrow, but how am I going to live there being so small and helpless?"

"Your angel will be waiting for you and will take care of you."

The child further inquired, "But tell me, here in heaven I don't have to do anything but sing and smile to be happy."

God said, "Your angel will sing for you and will also smile for you. And you will feel your angel's love and be very happy."

Again the child asked, "And how am I going to be able to understand when people talk to me if I don't know the language?"

God said, "Your angel will tell you the most beautiful and sweet words you will ever hear, and with much patience and care, your angel will teach you how to speak."

"And what am I going to do when I want to talk to you?"

God said, "Your angel will place your hands together and will teach you how to pray."

"Who will protect me?"

God said, "Your angel will defend you even if it means risking it's life."

"But I will always be sad because I will not see you anymore."

God said, "Your angel will always talk to you about Me and will teach you the way to come back to Me, even though I will always be next to you."

At that moment there was much peace in Heaven, but voices from Earth could be heard and the child hurriedly asked, "God, if I am to leave now, please tell me my angel's name."

"You will simply call her, 'Mom.' "

Thursday, September 1, 2011

Surat Dari Anak Mak Yang Dah Tak Nakal...

"Bila kali pertama baca surat ni kat sebuah webside tak terasa airmata mengalir merasa terharu dgn ayat2nya semua nya tentang mengingati jasa ibu. I wanna share this wit u all so i copy and paste it.... Hargailah jasa ibu pada kita kerana tanpa mereka kita tak kan wujub di dunia ini..."

Mak.....
Terlalu bosan rasaa duduk membilang hari.....
Dah hampir sepuluh bulan mak pergi,
Rasanya baru semalam mak peluk kiter kan sejuk syahdu masih terasa lagi nih....

Mak tau tak.......
itu lah pertama kali mak peluk anak mak yang nakal ni sejak kiter dewasa.....
dan itu juga terakhir kali nya.
Emmmm...rupanya mak dah tau mak nak pergi jauh.....
nak tinggal kan anak2 mak..... nak tinggal kan dunia fana ni......

mak macam dah sedia.....
Seminggu sebelum tu......
mak dah menganyam tikar mengkuang 3 helai.....
Akak kata sampai ke pagi mak anyam tikar tuu....
tanpa rasa mengantuk, tanpa rasa letih......
kakak pun rasa hairan.....
mak tak penah buat gitu.....

pastu mak pasang radio kecil di sebelah mak......
tapi mak seolah2 tak sedar bahawa rancangan radio tu siaran siam .......
kengkadang siaran indonesia ..
mak terus tekun menganyam...
Rupanya tikar yang telah mak siapkan tu di gunakan untuk mengiringi mak ke kuburan...

Pastu mak sapu sampah sekeliling rumah bersih2....
pastu mak jemur karpet-karpet. ..
pastu mak ubahkan sofa ke tempat lain..
mak biarkan ruang tu kosong..
rupanya kat situ jenazah mak diletakkan..

paling menarik sekali mak bgtau kat maner sume duit dan barang kemas mak..
ada kat dalam almari.....
ada kat dalam dalam beg.....
ada dalam ASB.....
ada kat dalam Tabung Haji..
mak cakap tak berapa cukup lagi......
ada kat dalam gulung tikar.....

masa tu mak perasan takk..??
kiter gelak sakan bila mak bgtau duit dalam gulung tikar...
kiter kata mak ni memang pesenn lama laaa...
mak cuma gelak jer...
eeemmm...bahagiaa nya saat ituu..

Mak.....
Hari tu hari sabtu 18/08/1999 pukul 3 petang mak tiba2 sakit perut.....
bila malam tu kiter sampai dari KL.....
mak dah dalam kesakitan.
Akak dan abang kat kampong semua dah pujuk.....
mak tetap takmau pi hospital.... .
dan cuma tinggal giliran kiter sahaja yang belum pujuk..
Mak kata mak takmau duduk dalam hospital.... .
tapi kiter berkeras juga pujukk..
nanti di hospital ada doktor...
ada ubat untuk mak..
kat rumah kami hanya mampu sapu minyak dan urut jer..

Mak tetap tak bersetuju... ..
mak memang degil..
tak salah, anak mak yang ni pon mengikut perangai mak tu..
Tapi akhirnya bila melihat keadaan mak makin teruk....
mak sakit perut sampai nak sentuh perut mak pon sakit
kami adik beradik sepakat hantar juga mak ke hospital.... ..

Mak.....
amponkan kami semua...
kami nak mak sehat...
kami sayang mak...
kami tak mau mak sakit...
kami terpaksa juga hantar mak ke hospital....
ampon kan kami yer mak....

Mak.....
Malam itu abang bawa mak ke hospital
dan itu lah pertama dan terakhir kali mak naik kereta kiter...
Masih terbayang betapa ceria dan gembiranya mak,
kiter kata nak beli kereta....
Mak asyik tanya ajer..
cukup ker duitt..
kiter jawab pula...
kalau tak cukup, mak kan banyak duit...
mak gelak ajerr.....

Lepas tu bila kereta kiter sampai....
mak buat kenduri kesyukuran... ....
Dan kiter masih ingat lagi...
bila kiter eksiden terlanggar Ah-Chong naik motor.....
Punya la kiter takut...
kiter warning kakak kiter jangan sesekali bgtau kat mak.....
Bila balik sahaja kampong....
kiter cepat-cepat simpan keta dalam garaj.....
Tapi mak perasan juga bumper depan kemek...
mak tanya kenapa...?
Selamba jerr kiter jawab terlangar pokok bunga.....

Mak....
tujuan kiter menipu tu supaya mak tak risau...
Maafkan kiter kerana sampai mak pergi mak tak tau hal sebenar...
mak, kiter menipu mak kan ..
ampon kan kiter.....
Mak.....
Jam 4.30 pagi 19/08 /2006
Bila tiba aja kat hospital.....
nurse tengah balut mak dengan kain putih.......
mak mesti nampak kiter jatuh terduduk di lantai hospital...
Mesti mak nampak abang cium dahi mak.....
Mesti mak nampak akak baca doa untuk mak....
Mesti mak nampak adik terduduk kat kerusi kat sudut itu...
mesti mak nampak semua tu kann...kann. .kannn

Mak tau tak....
Pagi tu balik dari hospital jam 5.20 pagi kiter mamandu dalam keadaan separuh sedar...
Adik kat sebelah diam melayan perasann...
Kenangan bersama mak berputar dalam kepala ini...
jalan di depan terasa makin kelam.....
airmata dah tak mampu di tahan....
Masa tu seandainya apa-apa terjadi di jalan itu kiter rela...
Namun alhamdulillah akhirnya kiter sampai juga...
di sebab kan pagi masih awal, jadi jalan tu lenggang..
kosong. ...sekosong hati ini.....
Sepanjang perjalanan terasa kedinginan subuh itu lain benar suasananya.. .....
terasa syahdu dan sayu...dinginnnn. ....

Mak......
Kiter masih ingat lagi....
Kiter baca AlQuran kat tepi mak temankan mak...
Jam 11.00 pagi mak di mandi kan ....
Anak2 mak yang pangku masa mak mandi....
Mak mesti rasa betapa lembut nya kami mengosok seluruh tubuh mak.....
Kiter gosok kaki mak perlahan lahan.....
Mak perasan tak.....?

Makcik yang mandikan mak tu pujuk kiter.....
Dia kata..." dikk...jangan nangis...kalau sayang mak jangan buat gitu...jangan nangis ya.."
Bila makcik tu kata gitu...
lagi laaaa laju airmata ni...
tapi kiter kawal supaya tak menitik atas mak....

Mak.....
Sampai takat ini surat ni kiter tulis.....
kiter nangis ni.....
Ni kat dlm bilik...baru pukul 4.00 pagi....
Takder orang yang bangun lagi.....
kiter dengar nasyid tajuk "anak soleh" kiter sedih...
kiter rindu kat mak....!
Takpa la....
nanti bila kita selesai sembanyang subuh,
kiter baca yassin untuk mak...
mak tunggu ya..!
Mak..
Sebelum muka mak di tutup buat selamanya... .
Semua anak2 mak mengelilingi mak...
menatap wajah mak buat kali terakhir....
Semua orang kata mak seolah2 senyum aja...
Mak rasa tak....
masa tu kiter sentuh dahi mak....
kiter rasa sejukkkk sangat dahi makk.....
Kiter tak mampu nak cium mak...
kiter tak daya....
kiter tuliskan kalimah tauhid kat dahi mak dengan air mawar...
Airmata kiter tak boleh tahan....
Mak mesti ingat kan yang anak mak ni jadi imam solat jenazah untuk mak...
tapi kite suruh tok imam bacakan doa sebab kite sebak.....

Jam 12 tengahari mak diusung keluar dari rumah....
Akak pula dah terkulai dlm pelukan makcik...
badan akak terasa panas...
makk...
anak mak yang seorang tu demam....

Mak tauu...
cuma akak sorang saja anak mak yang tak mengiringi mak ke tanah perkuburan.. .
Mak.....
Hari2 ku lalui tanpa kewujudan mak lagi...
Begitu terasa kehilangan mak...
boleh kata setiap malam selepas maghrib anak mak ini berendam airmata...
Dan sampai satu tahap....
masa tu malam jumaat selepas maghrib....
Selepas kiter baca yassin ngan kawan-kawan. ....
entah kenapa biler kat bilik kiter keluarkan gambar2 mak pastu apa lagi...
semakin kiter tenung terasa semakin sayu...
tangisan tak dapat dibendung...

Mak tauu...
kiter cuba bertahan...
memujuk diri sendiri tapi tak juga reda...
Kiter rasa nak telefon mak.....
nak cakap dengan mak.....
anak mak yang ni dah tak betul kan ..?
Dan akhirnya dalam sedu sedan itu kiter telefon kampong....
Kiter cakap dengan kakak..kiter nangis lagi...
Puas la kakak memujuk kiter...
Akak kata..." tak baik laa nangis aje..doa lah untuk mak.."
Dan akhirnya akak juga nangis.....

Mak tau tak..
di saat itu kerinduan terasa menusuk sehingga ke hulu hati...
rasa nyilu sangat...
menusuk-nusuk sehingga terasa begitu sakit dalam dada ni....
Sampai sekarang bila kerinduan itu menjelma....
hanya sedekah al-fatihah kiter berikan.....

Mak....
cukup la sampai sini dulu....
kawan kiter dah ketuk pintu bilik tu....
kejap lagi kami nak pergi solat subuh kat masjid...
selalunya, kiter yang bawak mak naik motor kan ....
kali ni kiter jalan kaki dengan kawan pulak...
esok kiter ingat nak tulis surat kat ayah pula....
Mula2 kiter tak tau nak hantar mana surat nih....
pastu kawan kiter bgtau...
simpan je buat kenangan..
Kiter cuma tau alamat ni aje...
Takper yer mak...k
Kiter kasi orang lain baca...
Kiter stop dulu...
sebab kawan kiter dah lama tunggu tu...
akhir kata untuk mak,
I LOVE YOU SO MUCH
dan jutaan terima kasih kerana membesarkan kiter...
memberi seluruh kasih sayang dari kecil sampai masuk sekolah..
sampai masuk univesiti....
sampai kiter boleh rase naik kapal terbang...
boleh rasa duduk kat negara orang... s
ampai akhir hayat ini jasa mak tak akan mampu kiter balas..

Thursday, August 18, 2011

Animals are often much more kind and caring than humans






Daripada gambar kita dpt lihat betapa kasih nya haiwan ini terhadap pasangan atau anak mereka.... Nilai sendiri moral yg ada dlm gmb tersebut...


Saturday, April 9, 2011

Cinta dan kasih si BURUNG (Menyentuh Perasaan)





Photo ini telah mengemparkan seluruh dunia betapa teguh nya kasih sayang dan cinta burung ini terhadap pasangan nya sehingga kita dapat merasai kesedihan... Bila menatap gmb tersebut hati saya amat tersentuh...Seekor burung betina terdapar di jalanan dengan keadaan tubuh nya yg cedera parah, pasangan jantan nya pula mencari makanan utk sang betina yg terdapar dgn harapan agar pasangan nya cepat sembuh.... Ketika sang jantan memberi makanan sekali lagi pada pasangannya itu, sang betina telah terkulai tak bernyawa dan tidak memberi sebarang tidak balas pada sang jantan, ini membuat burung jantan tersebut cuba utk menarik dan mengangkat pasangan nya...Sang burung jantan sedar bahawa kekasih yang dicintai nya telah mati, ia kemudian menanggis disisi pasangan nya itu yang telah terkapar kaku.... Sambil berdiri disamping tubuh sang burung betina, sang jantan berteriak dengan suara nada yang amat menyedihkan...Akhirnya Sang burung betina menerima kenyataan bahawa pasangan yg dicintainya telah meninggalkan nya tak mungkin akan hidup kembali lagi bersama nya... Sang Burung Betina berdiri disisi tubuh Sang Burung Jantan dgn perasaan yg pilu dan teramat sedih... Begitu lah kisahnya, pasangan burung ini telah diambil gambar nya oleh seorg jurufoto profesional di suatu wilayah di negara republik Ukraina di saat burung betina tersebut berusaha menyelamatkan pasangan nya....Jutaan org di America Dan Eropah serta seluruh dunia menitiskan airmata setelah melihat foto2 tersebut....





Millions of people cried after watching this picture in America and Europe and even in India. It is said that the photographer sold these pictures for a nominal fee to the most famous newspaper in France .All copies of that newspaper were sold out on the day these pictures were published.
And many people think animals don't have a brain or feelings?

Here the swallow's the other half (wife) is injured and the condition is fatal. She was hit by a car as she swooped low across the road.
He brought her food and attended to her with love and compassion.
He brought her food again but was shocked to find her dead.
He tried to move her....a rarely-seen effort for swallows!
Aware that his sweetheart is dead and will never be with him again, sadness filled his eyes and sorrow felt in his only love…
He stood beside her as his heart weeps for his finally aware that she would never return to him, he stood beside her body with untold pain and despair.

Monday, September 13, 2010

Kisah Cinta Terangung Pasangan Liu Dan Xu (China)



Sebuah kisah cinta dari China yang menyentuh seluruh dunia. Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.

Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin ….

Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....

Pada waktu itu tidak diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua…..Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.

Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan sering bertanya pada isterinya, ”Apakah kau menyesal?” Liu selalu menjawab, “Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik”.

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.

Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, “Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

“EngKau telah berjanji akan memeliharaku dan akan terus bersamaku sampai ke hujung nyawa, sekarang kau telah mendahului ku, bagaimana aku akan meneruskan hidup tanpamu?”
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly. Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan “anak tangga cinta” itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.

Friday, August 20, 2010

Lizard Love Story (Pengorbanan Cinta Sang Cicak)



ketika sedang mengubahsuai rumahnya, seorang petani cuba meruntuhkan dindingnya. rumah org jepun biasanya memiliki ruang kosong antara 2 dinding yang diperbuat dari papan. bila sebelah dindingnya dibuka, petani tersebut mendapati ada seekor cicak melekat di dinding tersebut kerana kakinya terlekat pada paku. petani tersebut kasihan dan membuka paku tersebut, seingatnya paku tersebut sudah tertanam selama tiga tahun, sejak rumah itu mula dibina.

Apa sebenarnya terjadi? bagaimana cicak itu dapat bertahan selama tiga tahun menanggung kesakitan dan dalam suasana gelap selama ini. Petani itu berfikir sendiri... petani itu berehat sebentar, sambil memikirkan bagaimana cicak itu dapat bertahan selama tiga tahun...tanpa teman dan tanpa makanan?

Dalam kebingungannya, petani itu lalu berpikir. Bagaimana cicak ini dapat bertahan selama tiga tahun tanpa berpindah tempat dan makan, sejak kakinya petama kali terpaku di tembok ini. Kemudian petani itu menghentikan pekerjaanya dan memperhatikan cicak itu.

Petani itu memperhatikan apa yang dilakukan cicak itu dan apa yang dimakannya sehingga dia mampu bertahan hidup selama sepuluh tahun. Setelah sekian lama memperhatikan datanglah seekor cicak yang lain dengan membawa makanan di mulutnya, kemudian memberikan makanannya itu kepada cicak yang terperangkap ini. "Waw luar biasa".

Petani itu sangat terharu sekali melihat hal itu, ternyata ada seekor cicak yang lain yang selalu memenuhi kebutuhan makanan cicak yang terperangkap selama tiga tahun itu. Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah, cinta yang penuh dengan pengorbanan.

Dan ini dilakukan oleh seekor cicak, mahluk kecil yang tidak kita sangka memiliki kurnia yang begitu indah, mengagumkan dan mengharukan kita. Tidak pernah menyerah dan berhenti memperhatikan pasangannya selama tiga tahun.

Moral dari cerita ini:
Sayangi lah org yg kita cintai tak kira org itu kekasih, isteri, suami atau ibu bapa serta adik-beradik dalam apa jua keadaan mereka.

Wednesday, July 22, 2009

TALE OF TWO PEBBLES

Many years ago in a small Indian village, a farmer had the misfortune of owing a large sum of money to a village moneylender. The moneylender, who was old and ugly, fancied the farmer's beautiful daughter. So he proposed a bargain.

He said he would forgo the farmer's debt if he could marry his daughter. Both the farmer and his daughter were horrified by the proposal. So the cunning money-lender suggested that they let providence decide the matter.
He told them that he would put a black pebble and a white pebble into an empty money bag. Then the girl would have to pick one pebble from the bag.

1) If she picked the black pebble, she would become his wife and her
father's debt would be forgiven.

2) If she picked the white pebble she need not marry him and her father's debt would still be forgiven.

3) If she refused to pick a pebble, her father would be thrown into jail.

They were standing on a pebble strewn path in the farmer's field. As they talked, the moneylender bent over to pick up two pebbles. As he picked them up, the sharp-eyed girl noticed that he had picked up two black pebbles and put them into the bag. He then asked the girl to pick a pebble from the bag.

Now, imagine that you were standing in the field. What would you have done if you were the girl? If you had to advise her, what would you have told her?

Careful, analysis and would produce three possibilities:

1. The girl should refuse to take a pebble.
2. The girl should show that there were two black pebbles in the bag and expose the money-lender as a cheat.
3. The girl should d pick a black pebble and sacrifice herself in order to save her father from his debt and imprisonment.

Take a moment to ponder over the story. The above story is used with the hope that it will make us appreciate the difference between lateral and logical thinking. The girl's dilemma cannot be solved with traditional logical thinking. Think of the consequences if she chooses the above logical answers.

What would you recommend to the Girl to do?


Well, here is what she did....

The girl put her hand into the moneybag and drew out a pebble. Without looking at it, she fumbled and let it fall onto the pebble-strewn path where it immediately became lost among all the other pebbles.

'Oh, how clumsy of me,' she said. 'But never mind, if you look into the bag for the one that is left, you will be able to tell which pebble I picked.'

Since the remaining pebble is black, it must be assumed that she had picked the white one. And since the money-lender dared not admit his dishonesty, the girl changed what seemed an impossible situation into an extremely advantageous one.

MORAL OF THE STORY?


Most complex problems do have a solution. It is only that we don't attempt to think. Start your day with this thought provoking story and have a fruitful day.

Have a week filled with positive thoughts and sound decisions.

May God grant us the wisdom to think outside the box?
True wisdom comes only from Him; no matter how learned we think we are.


Tuesday, May 5, 2009

Diary Intan

Sebuah diary Intan yg nenyentuh perasaan...the story tat wanna shared to u all it was so touching received frm fren....

27 oktober 1982

1.00 tengahari

hari ni intan balik sekolah. Letih intan jalan kaki. 2 kilometer. jauh. sakit kaki intan tapak kasut intan pun dah haus, hujung kasut pun dah berlubang. kasut nilah yang intan ada sejak 2 tahun lepas. itupun makcik siti, jiran sebelah rumah intan yang bagi. kawan-kawan pun selalu ejek intan tak basuh baju. intan bukan tak basuh baju, tapi baju intan dah lusuh. warna putih baju sekolah intan pun dah kekuningan dah setahun lebih intan pakai baju ni. intan ada satu baju ni je.

intan balik rumah, intan letih, intan lapar. intan cari makanan, tapi tak ada tadi kat sekolah intan tak makan. memang intan tak makan kat sekolah sebab intan tak ada duit. mak tak bagi intan duit sekolah sebab mak tak ada duit. mak belum balik lagi.
mak pergi kerja. selalunya lepas mak balik menoreh, mak ambil upah cuci pinggan di warung pakcik rahmat. petang baru mak balik. kadang-kadang mak bawak balik makanan lebihan dari warung pakcik rahmat dapatlah buat makan malam untuk intan dengan mak. selalunya intan dapat makan sehari sekali je kadang-kadang tak dapat makan. Intan lapar. tapi intan dah biasa tak makan kalau dapat makan roti pun intan tak kisah.


3.00 petang

intan baca buku. intan siapkan kerja sekolah intan kemas rumah. intan basuh baju. nanti mak balik mak tak payah basuh baju lagi. kesian mak. mak selalu balik rumah, letih. kadang-kadang mak terus tertidur lepas ajar intan mengaji tadi izah datang ajak intan main masak-masak intan tengah sidai baju. intan nak ikut izah main, tapi mak dah pesan supaya intan jangan pergi mana-mana. mak tak bagi intan main jauh-jauh. mak pesan, lebih baik intan duduk rumah sebab nanti bila mak balik tengok intan tak ada, mak risau.

intan tau mak sayang intan. mak tak bagi intan masak sendiri sebab mak risau intan tak pandai nyalakan kayu api. kadang-kadang mak masak telur dan nasi putih pagi-pagi.tapi kalau tak ada beras atau telur, mak tak masak. intan tunggu mak balik baru intan makan. selalunya mak balik ada makanan. pakcik rahmat bagi mak upah $3 sehari bolehlah mak beli beras dan telur. kalau ada duit lebih mak beli kicap. intan pun malas nak ikut izah main. nanti kalau intan main, intan lapar, tak ada makanan. intan tidur lepas siapkan kerja sekolah dan basuh baju.


7.30 malam

intan bangun tidur. intan cari mak. mesti mak tengah masak. tapi mak tak ada pun. intan panggil mak, mak tak jawab pun. mesti mak tengah mandi kat perigi belakang rumah. intan buka tudung saji, tak ada makanan. hari dah nak gelap. intan nak pasang lilin tapi lilin tinggal satu. mak tak balik lagi agaknya. intan simpan dulu lilin tu sampai hari gelap nanti dah gelap baru intan pasang. kalau intan pasang sekarang nanti lilin habis, nanti malam dah tak ada lilin pulak. intan angkat kain. baju dah kering intan duduk kat tangga tunggu mak balik.

9.00 malam

mak masih tak balik lagi. intan takut. hari dah gelap. intan rasa nak pergi cari mak. mungkin tayar basikal mak pancit kesian mak. intan takut nak keluar rumah kat luar gelap. lilin tinggal separuh. harap-harap mak balik bawak lilin. sementara tunggu mak, intan duduk lipat kain depan pintu intan tengok arah jalan nanti mak balik mesti intan nampak mak dari jauh sebab mak selau pakai tudung putih tudung tu je yang mak ada.

intan lapar sangat intan tunggu mak balik, mesti hari ni mak sibuk kat warung. mungkin ramai pelanggan mesti banyak pinggan mak kena basuh. selalu kalau banyak pinggan dan mak balik lewat, pakcik rahmat bagi mak duit upah lebih. kadang-kadang $5 kadang-kadang $7 tapi mak tak pernah balik lewat macam ni. kesian mak, mesti banyak pinggan mak kena basuh.


11.00 malam

mak tak balik lagi intan takut. lilin tinggal sikit sangat. kejap lagi mesti lilin padam. mana mak ni? intan dah ngantuk. tapi intan risau mak tak balik lagi. mesti tayar mak pancit kat tengah jalan ni nanti kalau mak balik mesti mak marah sebab intan tak tidur lagi. mak kata budak kecik mesti tidur pukul 9.30 malam esok nak sekolah. tapi intan selalu susah nak tidur. tiap-tiap malam pukul 9.30 intan baring...bila intan kata tak boleh tidur, mak akan ceritakan tentang arwah abah intan. mak kata arwah abah intan baik. arwah abah intan sayang intan. mak kata arwah abah nangis masa intan sakit sebab arwah abah tak ada duit nak bawa intan pergi klinik. masa tu mak dan arwah abah intan tak ada duit. intan sakit teruk sampai nangis tak keluar suara. arwah abah nangis sebab dah putus asa. arwah abah nak pinjam duit sana sini tapi tak dapat. arwah abah intan baik tapi intan tak ingat macam mana muka arwah abah intan sebab arwah abah intan meninggal masa intan umur 2 tahun. mak...mana mak ni? lilin dah padam...


28 oktober 1982

9.00 pagi.

rumah intan bising-bising. ramai orang baca quran, baca yasin. intan bangun. tak sangka malam tadi intan tertidur. intan pergi dapur cari mak. mak tak ada. jiran-jiran intan pandang intan. mesti sebab intan belum mandi. makcik siti peluk intan. intan malu sebab intan busuk. intan tanya makcik siti, mana mak intan? makcik siti diam. intan lari ke ruang tamu. intan nampak mak intan baring. orang bungkus mak intan. nampak muka mak je. mak tidur. kesian mak penat. pukul berapa agaknya mak balik semalam. nenek tijah datang cium dahi mak. intan beritahu nenek tijah, jangan kacau mak tidur sebab mak letih semalam mak balik lambat.

intan nampak pakcik rahmat. mesti pakcik rahmat ni datang nak suruh mak intan basuh pinggan kat warung dia. tak nampak ke mak intan tengah tidur? tak tau ke mak intan letih semalam balik lambat? intan nampak cikgu intan. alamak! mesti cikgu intan nak marah intan sebab intan tak pergi sekolah hari ni. intan bangun lambat sebab semalam intan tunggu mak sampai lewat malam. mak pun tak kejutkan intan macam selalu sebab mak letih sangat agaknya. mak pun tak bangun lagi.


10.00 pagi

paklong datang. paklong kata intan akan tinggal kat rumah dia. intan suka. rumah paklong ada bekalan elektrik. tak payah pakai lilin. mesti intan dan mak seronok tinggal kat rumah paklong. tapi maklong garang. intan tak suka maklong. "intan duduk dengan paklong ya?"
"pindah rumah paklong?" intan tanya paklong.
"intan tak suka?"
"suka! nanti intan kejut mak, suruh mak kemas baju ya, paklong tunggu sekejap"
intan terus lari kejut mak.
"mak...paklong ajak duduk dengan paklong mak, cepatlah kemas baju mak"
"mak..."
"mak......" intan panggil mak lagi.
makcik siti peluk intan lagi. makcik siti nangis.
mesti makcik siti sedih sebab kami dah nak pindah sebab makcik siti kawan baik mak.
mak tak bangun. kesian mak letih sangat.
"kita tunggu mak bangun lah paklong, mak letih, malam tadi mak balik lambat" makcik siti nangis makin kuat.
paklong usap-usap rambut intan.
"mak intan tak kan bangun lagi, mak intan dah tak ada, paklong jaga intan ya?"
"kenapa mak tak ada?"
paklong diam.
"mak intan dah ikut abah intan" makcik siti lap airmata dia. dia peluk intan lagi.
"mak mati ke paklong?" paklong diam.
"nanti mak kena tidur dengan abah kat dalam tanah?" paklong diam lagi.


28 oktober 1999.

hari ni genap 17 tahun mak tinggalkan intan. rindu benar intan pada mak. rindu benar intan pada rumah ni. juga pada diari ni. lepas mak pergi, intan tinggal dengan paklong. panglong meninggal 3 tahun lepas masa intan kat US. masa tu intan tak dapat balik sebab exam. Terima kasih paklong. Jasa baik paklong besarkan intan sejak intan darjah 2 akan intan kenang sampai bila-bila. semoga roh paklong dicucuri rahmat.

Mak, intan dah balik. intan balik nak ubah nasib kita. tapi sayang mak tak dapat bersama intan kecapi kejayaaan ni. intan rindu mak. kecil benar dunia ni mak, masa intan kat US, intan jumpa Imran. intan sayangkan dia. dia dah janji nak nikahi intan. intan dah jumpa keluarga dia. kalau mak kenal pakcik saad kampung seberang tu, itulah bakal mertua intan. tapi apa yang membawa intan kembali kerumah ini ialah kisah silam yang pakcik saad ceritakan pada intan semalam. pakcik saad kata, petang tu dekat pukul 7 malam. dia terlanggar mak masa mak tengah naik basikal nak balik kerumah. patutlah intan tunggu mak sampai tengah malam mak tak balik-balik. intan tau tu semua takdir, mak. tapi intan jadi marah bila pakcik saad kata dia panik. dia ketakutan. sebab tulah lepas dia langgar mak, dia terus lari tinggalkan mak. dia betul-betul tak berhati perut mak. tak ada perikemanusiaan langsung. berkali-kali dia lahirkan kekesalan dan rasa bersalah. tapi hati intan tak boleh menerimanya, mak. intan tau Imran tak bersalah, tapi Intan tak boleh terima pakcik saad yang bunuh mak intan sebagai mertua intan. pakcik saat bunuh impian intan, bunuh masa depan intan, bunuh mak intan. Intan benci pakcik saad. Intan benci Imran. Intan harap Imran faham.

Kalau Imran rasa sakit menanggung derita kerana kehilangan Intan disaat dia perlukan Intan, Intan lebih sakit lagi menanggung derita kehilangan mak satu masa dulu kerana perbuatan tak bertanggungjawab pakcik saad. Hati Intan masih tak dapat maafkan pakcik Saad, mak! Tak mungkin Intan sekuat itu untuk memaafkan dia.

sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Tuesday, February 3, 2009

This is Beautiful Story

She jumped up as soon as she saw the surgeon come out of the operating room.
She said: “how is my little boy? Is he going to be alright? When can I see him?”
The surgeon said, “I’m sorry we did all we could but your boy didn’t make it.”
Sally said, “Why do little children get cancer? Doesn’t God care anymore? Where were you, God, when my son needed you?”
The surgeon said, “Would you like some time alone with your son? One of the nurses will be out in the few minutes, before he’s transported to the university.”

Sally asked the nurse to stay with her while she said goodbye to her son. She ran her fingers lovingly through his thick red curly hair. “Would you like a lock of his hair?” the nurse asked. Sally nodded yes. The nurse cut a lock of the boy’s hair, put it in a plastic bag and handed it to Sally. The mother said, “It was Jimmy’s idea to donate his body to the University for Study. He said it might help somebody else.
“I said no at first but jimmy said, “Mom, I won’t be using it after I die. Maybe it will help some other little boy spend one more day with his mom.” She went on, “My Jimmy had a heart of gold. Always thinking of someone else. Always wanting to help others if he could.” Sally walked out of Children’s Mercy Hospital for the last time, after spend most of the last six months there.

She put the bag with Jimmy’s belongings on the seat beside her in the car. The drive home was difficult. It was even harder to enter the empty house. She carried Jimmy’s belongings, and the plastic bag with the lock of his hair to her son’s room. She started placing the model cars and other personal things back in his room exactly where he had always kept them.

She laid down across his bed and hugging his pillow, cried herself to sleep. It was around midnight when Sally awoke. Lying beside her on the bed was a folded letter.

The Letter said:
“Dear Mom,
I know you’re going to miss me,
But don’t think that I will ever forget you, or stop loving you, just because I’m not around to say “I LOVE YOU”. I will always love you, Mom, even more with each day. Someday we will see each other again. Until then, if you want to adopt a little boy so you won’t be so lonely, that’s okay with me. He can have my room and old stuff to play with. But if you decide to get a girl instead, she probably wouldn’t like the same things us boys do. You’ll have to buy her dolls and stuff girls like, you know. Don’t be sad thinking about me. This really is a neat place. Grandma and grandpa met me as soon as I got there and showed me around some, but it will take a long time to see everything. The angels are so cool. I love to watch them fly and you know what? Jesus doesn’t look like any of his pictures. Yet when I saw him, I knew it was him. Jesus himself took me to see GOD! And guess what Mom? I got to sit on GOD knee and talk to him like I was somebody important. That’s when I told him that I wanted to write you a letter, to tell you goodbye and everything. But I already knew that wasn’t allowed. Well, you know what Mom? God handed me some paper and His own personal pen to write to you this latter. I think Gabriel is the name of the angel who is going to drop this letter off to you. God said for me to give you the answer to one of the questions you asked HIM “Where was HE when I needed HIM?”
“God said He was in the same place with me, as when His son Jesus was on the cross. He was right there as he always with all His children. Oh by the way Mom, no one else can see what I’ve written except you. To everyone else this just a blank piece of paper. Isn’t that cool? I have to give God His pen back now.
He needs it to write some more names in the Book of Life. Tonight I get to sit at the table with Jesus for supper. I’m sure the food will be great.
Oh, I almost forgot to tell you. I don’t hurt anymore. The cancer is all gone. I’m glad because I couldn’t stand that pain anymore and God couldn’t stand to see me hurt so much, either. That’s when He sent The Angel of Mercy to come get me. The Angel said I was a special Delivery! How bout that?

Signed with Love from God,
Jesus and Me.

Thursday, January 22, 2009

Amazing Love Story


Wanna share this amazing n touching story with you all…

He met her on a party. She was so outstanding, many guys chasing after her, while he so normal, nobody paid attention to him. At the end of the party, he invited her to have coffee with him, she was surprised, but due to being polite, she promised. They sat in a nice coffee shop, he was too nervous to say anything, she felt uncomfortable, she thought, please; let me go home…. suddenly he asked the waiter. ‘Would you please give me some salt? I’d like to put it in my coffee.’ Everybody stared at him, so strange! His face turned red, but still, he put the salt in his coffee and drank it.
She asked him curiously; why you have this hobby?
He replied: ‘when I was a little boy, I was living near the sea, I like playing in the sea and I could feel the taste of the sea, just like the taste of the salty coffee. Now every time I have the salty coffee, I always think of my childhood, think of my hometown, I miss my hometown so much, I miss my parents who are still living there’.

While saying that tears filled his eyes. She was deeply touched.
That’s his true feeling, from the bottom of his heart.
A man who can tell out his homesickness, he must be a man who loves home, cares about home, has responsibility of home. Then she also started to speak, spoke about her faraway hometown, her childhood, her family. That was a really nice talk, also a beautiful beginning of their story.
They continued to date. She found that actually he was a man who meets all her demands; he had tolerance, was kind hearted, warm, careful. He was such a good person but she almost missed him!

Thanks to his salty coffee!

Then the story was just like every beautiful love story, the princess married to the prince, and then they were living the happy life… And, every time she made coffee for him, she put some salt in the coffee e, as she knew that’s the way he liked it.

After 40 years, he passed away, left her a letter which said:
‘My dearest, please forgive me, forgive my whole life lie. This was the only lie I said to you—the salty coffee. Remember the first time we dated? I was so nervous at that time, actually I wanted some sugar, but I said salt. It was hard for me to change so I just went ahead. I never thought that could be the start of our communication! I tried to tell you the truth many times in my life, but I was too afraid to do that, as I have promised not to lie to you for anything… Now I’m dying, I afraid of nothing so I tell you the truth: I don’t like the salty coffee, what a strange bad taste. But I have had the salty coffee for my whole life! Since I knew you, I never feel sorry for anything I do for you. Having you with me is my biggest happiness for my whole life. If I can live for the second time, still want to know you and have you for my whole life, even though I have to drink the salty coffee again’.
Her tears made the letter totally wet.
Someday, someone asked her: what’s the taste of salty coffee?

It’s sweet. She replied.


Life Lesson:
- "Missing you could turn from pain to pleasure, if I knew you were missing me too."
- "The reason it hurts so much to separate is because our souls are connected."
- "Love is missing someone whenever you're apart, but somehow feeling warm inside because you're close in heart"

Tuesday, January 20, 2009

Sharing You Touching Story

This story is to be shared among us, it show how precious the love that we’ve received from them. Respect and love your parents as much as you can, the love that we receive from them will not be replaced. (Cerita ni tiada kena mengena dgn yg hidup dan mati cuma sekadar cerita kehidupan manusia sebagai cerita dijadikan pengajaran).




My mom only had one eye. I hated her… She was such an embarrassment.
She cooked for students & teachers to support the family.There was this one day during elementary school where my mom came to Say hello to me. I was so embarrassed.
How could she do this to me? I ignored her, threw her a hateful look and ran out. The next day at school one of my classmates said, “EEEE, your mom only has one eye!”

I wanted to bury myself.
I also wanted my mom to just disappear.
I confronted her that day and said, ” If you’re only goanna make me a laughing stock, why don’t you just die?”

My mom did not respond…
I didn’t even stop to think for a second about what I had said, because i was full of anger. I was oblivious to her feelings.

I wanted out of that house, and have nothing to do with her. So I studied real hard , got a chance to go abroad to study. Then, I got married. I bought a house of my own. I had kids of my own. I was happy with my life, my kids and the comforts, Then one day, my Mother came to visit me. She hadn’t seen me in years and she didn’t even meet her Grandchildren.

When she stood by the door, my children laughed at her, and I yelled at
Her for coming over uninvited. I screamed at her, “How dare you come to my house and scare my Children! ”GET OUT OF HERE! NOW!!!”

And to this, my mother quietly answered, “Oh, I’m so sorry. I may have
Gotten the wrong address, And she disappeared out of sight. One day, a letter regarding a school reunion came to my house.

So I lied to my wife that I was going on a business trip. After the reunion, I went to the old shack just out of curiosity.

My neighbors said that she died. I did not shed a single tear. They handed me a letter that she had wanted me to have.


My dearest son,
I think of you all the time. I’m sorry that I came to your house and scared your children. I was so glad when I heard you were coming for the reunion. But I may not be able to even get out of bed to see you. I’m sorry that I was a constant embarrassment to you when you were Growing up. You see……when you were very little, you got into an accident, and Lost your eye. As a mother, I couldn’t stand watching you having to grow up with one eye. So I gave you mine. I was so proud of my son who was seeing a whole new world for me, in my Place, with that eye.

With all my love to you,
Your mother.


Life Lesson:
I've learned that we should always leave loved ones with loving words. It may be the last time you see them.